Jejak KLG

Terus bergerak dan menginspirasi, dari tahun ke tahun kami mengabdi di halaman belakang negeri.  Selamat datang di halaman belakang Republik Indonesia. Selamat bermain dan bersenang-senang. Salam bermain melampaui permainan! Salam bermain menjadi Indonesia! 

Perjalanan KLG dari Masa ke Masa

Coba bayangkan bagaimana jika ke depan anak-anak akan terus melupakan budaya, sopan-santun, akhlak, karena contoh yang mereka lihat berseliweran di gawai merupakan contoh yang super buruk. 


Setiap hari melihat contoh buruk tanpa pengawasan. Sembari itu pada bidang game daring, anak-anak juga bebas memainkan permainan digital tanpa pengawasan. Meskipun pada sisi pemangku kebijakan, game daring terus ditingkatkan ekspansinya hingga menjadi cabang olahraga di pagelaran olahraga universal. Pertanyaannya, siapa yang bertanggungjawab mengontrol dampak negatifnya di tingkat bawah?


Semakin maju, semakin ketinggalan budaya-budaya lokal kita. Karakter bangsa yang harusnya dibawa maju, dilupakan begitu saja. Salah satunya yang paling menyenangkan adalah permainan tradisional sebagai salah satu objek pemajuan kebudayaan. Kenapa anak-anak tidak mengenal permainan tradisional? 


Sebabnya tidak ada lahan bermain, tidak ada alat bermain, dan tidak ada data literaturnya. Hal yang paling penting lagi adalah tidak adanya pelaku yang mengajak bermain.


Sebab-sebab krusial di muka telah mendorong para pelaku perubahan sosial di Kampung Lali Gadget untuk memulai aksi di bulan april 2018. Berawal dari kegiatan literasi yang dilakukan secara kolaboratif dengan komunitas lokal Sidoarjo, para penggerak yang dipimpin Achmad Irfandi ini meneruskan kegiatan literasi tersebut berfrekuensi dua bulan sekali hingga menjadi belasan event selama dua tahun.


Selain literasi, permainan tradisional muncul sebagai senjata ampuh yang diajarkan kepada anak-anak. Hingga pada 5 agustus 2018 muncullah diksi Kampung Lali Gadget dalam sebuah event besar yang diikuti oleh 475 anak dan 100 lebih relawan. Kegiatan dengan peserta membludak ini tak pernah disangka oleh penyelenggara. Sehingga kegiatan pun diubah menjadi paralel dua tempat yang lumayan berjauhan sebagai pos-pos besar.


Berjalan hingga 2019 telah puluhan event terlaksana baik bertajuk on season, kunjungan, kolaborasi, mitra lembaga, maupun bentuk yang lain. Konsep dan pemilihan diksi yang tepat membuat banyak orang bersimpati terhadap perjuangan Kampung Lali Gadget. Konsep isu yang diangkat sebenarnya mewakili permasalahan semua orang tua. 


Hampir semua anak rentan terpapar kecanduan gawai. Kegiatan terus berjalan hingga pada awal 2020 pandemi datang dan merubah segala hal di kehidupan masyarakat. Kampung Lali Gadget otomatis menutup kunjungan di awal tahun dan melakukan upaya tanggap darurat sebisanya. Termasuk membantu tenaga medis untuk memperoleh face shield darurat saat pemerintah belum bisa mendistribusikan APD di seluruh rumah sakit. 


Selengkapnya dapat dibaca di rubrik khusus tanggap darurat covid 19. Penyesuaian kegiatan dengan jumlah peserta maksimal 30-50 orang di masa pandemi tahun 2020 – 2021 menjadi alternatif Kampung Lali Gadget untuk terus mendampingi anak-anak bermain dengan protocol kesehatan ketat.kegiatan ini bergulir setiap minggu dan meniadakan kegiatan on season sementara.


Semakin hari semakin banyak yang membantu dan menyeiringi perjuangan Kampung Lali Gadget. Baik itu praktisi, akademisi, tokoh pemuda, dan pemerintah maupun swasta. Tahun 2019 Kampung Lali Gadget dinobatkan sebagai upaya kepeloporan bidang pendidikan terbaik kedua di Jawa Timur. Sedangkan tahun 2020 dengan penghargaan yang sama Kampung Lali Gadget dinobatkan menjadi terbaik pertama dan mewakili Jawa Timur di kancah nasional. 


Setelah gagal di nasional dan hanya mendapatkan peringkat 7 besar, Kampung Lali Gadget menerima penghargaan dari Astra di tahun 2021 sebagai upaya kreatif membangun bangsa di bidang pendidikan bertajuk Satu Indonesia Award 2021. Dalam tahun yang sama Pertamina Foundation meloloskan proposal Culture Hub menjadi inovasi sosial yang terdanai.


Inilah titik pijak untuk Kampung Lali Gadget melompat lebih tinggi. Dengan kekuatan swadaya membangun balai among, membangun gazebo sederhana, dan lain sebagainya, Kampung Lali Gadget bertransformasi secara fasilitas dan arena bermain.


 Digelarnya Elingpiade untuk pertama kali di akhir tahun 2021 semakin membesarkan perjuangan ini. Hingga pada tahun 2022 pesohor sekelas Luna Maya, Marianne Rumantir , dan Erica Carlina berkenan hadir dan bermain lumpur di sawah KLG


Sebuah capaian yang akhirnya mendongkrak nama baik pergerakan ini. Semua orang membicarakan pergerakan ini dan semakin banyak yang bermitra serta menikmati layanan bermain  di KLG.


Hingga tahun Juni 2022 KLG tetap konsisten berbenah dan bersinergi dengan multi pihak. Tidak ada yang sempurna, semua punya kekurangan. Kehadiran orang baru, jejaring, dan mentor telah membuat capaian semakin berdampak di masyarakat. Masyarakat pun perlahan merasakan banyak hal karena hadirnya KLG di Sidoarjo.


Fasilitas KLG

Jangan  bayangkan fasilitas kami sebuah gedung-gedung tinggi, ruangan ber-AC, ataupun taman seperti taman halaman istana negara. Fasilitas yang kami miliki hanya gubuk, balai joglo, kebun, kandang, dan sawah.  Namun fasilitas kami dipenuhi dengan riuh riang tawa kebahagiaan dan kebersamaan. 

Kotamu mewah tapi dipenuhi gedung-gedung tinggi penyekat rindu, riuh ramai namun riangnya semu. 

Berbeda dengan desaku, percaya atau tidak , dimana sejauh mata memandang kau akan menemukan ketenangan dan kebahagiaan.


Mari sini, kami tunjukkan…..


Balai Among

Balai Among
Adalah pendopo limasan kawula yang dibangun pada tahun 2021 dan berfungsi sebagai sekretariat utama sekaligus ruang pertemuan besar. Balai Among menyimpan arsip foto dan ruang bermain santai.

Satu bagian Utama Bale Among. Yang berupa pendopo pertemuan limasan. Cukup untuk 60-70 orang melakukan pertemuan. Dibangun pada tahun 2021 untuk melengkapi kebutuhan interaksi dan pelayanan bagi siapa saja yang datang.

Selain sebagai ruang pertemuan. Bale among juga dimanfaatkan untuk bermain. Kadang menjadi workshop, galery ruang pamer dan sirkuit bermain.

Sslain untuk kebutuhan kegiatan KLG, Bale Among telah menjadi bagian fasilitas sosial di kampung. Yang dimanfaatkan untuk temu warga, rapat kampung, juga anela sosialisasi hal-hal yang berkaitan dg program pembangunan di Desa.

Sementara area sampingnya ada Gubuk Ilmu yang berisi perpustakaan berisi aneka koleksi bacaan dan alat bantu belajar anak-anak. Tersedia papan tulis dan alat-alat bermain dari bahan alam dan kreasi.

Sedangkan di halaman penyambutan bale among, terdapat kandang babok dari bekas kandang sapi dan aneka alat pertanian dari era lampau.

Selain sebagai wahana spot foto andalan para tamu. Kandang babok juga menjadi tempat persinggahan dan tempat ngobrol yang santai sambil menikmati suasana perdesaan.

Gubuk Ilmu

Sebuah gubuk kecil berisi koleksi buku dan ruang baca sederhana. Ruang ini menjadi tujuan anak-anak yang ingin membaca, belajar, mewarnai, dan berkreasi. Gubuk ini dibangun pada tahun 2018.

Selain tempat buku dan pusat literasi. Gubuk ilmu jugaenyimpan berbagai mainan tradisional.

Pada perjalananannya pernah menjadi pusat bimbingan belajar anak-anak Dusun Bendet yng di temani kakak-kakak relawan dari bernagai kampus yang datang berkolaborasi dg KLG.

Baik dal rangka magang maupun program pengabdian masyarakat.

Kebon Gayam

Adalah lahan seluas hampir setengah hektar. yang dikelilingi pohon gayam dan pohon bambu. Berada di tepi jalan dusun yang berbatas dengan sungai “jogo pati” dan kebun halaman.

Sebuah panorama suasana perdesaan yang aduhai. Meskipun siang terik, di kwbon gayam suasananya terasa tetap rindang dan sejuk.

Saat ini di lengkapi dengan toilet dan kamar mandi. Juga warung-warung jajanan yang aktif ketika ada kegiatan berlangsung di Kampung Lali Gadget.

Selain bisa menampung sekitar 200 anak bahkan lebih dalam satu waktu. Kebon gayam adalah sering di jadikan kegiatan Outbound, LDKS, juga bermain seru-seruan di Kolam Lumpur yang di desain aman untuk anak-anak.

Pada awal tahun 2022 KLG sedang berusaha menggalang dukungan untuk mewujudkan berdirinya MIDORI (museum Dolanan Rakyat Indonesia) yang menempati lahan utama di kebon gayam.

Mimpinya di museum ini menjadi wahama terpadu merawat koleksi berbagai mainan dan pusat informasi kajian permainan tradisional.
Selain itu berandan museim di desain untuk berfungsi sebagai amphi tetaer mini yang bisa dimanfaatkan untuk berkegiatan event dan kreasi. Sehingga di desain setara panggung permanen untuk memandu berlangsungnya kegiatan bermain dan belajar di Kebon Gayam.

Sawah

Adalah dua petak sawah yang digunakan sebagai laboratorium pertanian serta arena main lumpur. Lokasinya depan masjid Dusun Bendet dan selalu menjadi arena bermain besar yang favorit selain eksplorasi materi pertanian dan pangan

Kandang Babok

Adalah sebuah bekas kandang ternak yang diubah menjadi gasebo sekaligus spot foto menarik. Hal ini dikarenakan di gasebo ini terdapat tulisan dari kayu yang menunjukkan identittas Kampung lali gadget. Para pengunjung menjadikan halaman gasebo ini menjadi spot foto favorit.