Share on facebook
Facebook

Udeng Pacul Gowang Sidoarjo

Bukan hanya bli-bli Bali yang punya ikat kepala khas, guk-guk Sidoarjo juga punya ikat kepala khas!

Udeng Pacul Gowang, udeng Pacul Gowang awalnya merupakan sebuah ikat kepala berupa kain panjang berbentuk persegi empat. Dahulu prajurit kerajaan Jenggolo mengenakan ikat kepala berupa kain segi empat. Kini ikat kepala ini disempurnakan menjadi ikat kepala atau udeng tradisional Sidoarjo. Udeng Pacul Gowang pertama kali diperkenalkan oleh bapak Munali Patah pada tahun 1996. Bapak Wiyono dan bapak Munali Patah kala itu tergabung dalam dewan kesenian Sidoarjo, beliau-beliau berdualah yang menggali ide guna mencari ciri khas seni Sidoarjo. Udeng Pacul Gowang saat ini menjadi aksesoris wajib para Pegawai Negeri Sipil Kab. Sidoarjo, juga para duta wisata Sidoarjo. Udeng Pacul Gowang juga menjadi pelengkap busana pengantin laki-laki khas Sidoarjo dalam adat pengantin “Putri Jenggolo”. Generasi muda Sidoarjo harusnya bangga serta turut mempromosikan udeng pacul gowang sebagai warisan budaya identitas Sidoarjo.
Filosofi Udeng Pacul Gowang;

Udeng Pacul Gowang berasal dari kata pacul yang berarti cangkul dan gowang yang berarti lobang. Pacul merupakan representasi mata pencaharian masyarakat Sidoarjo sebagai petani, dan Gowang merupakan ciri khas bentuk udeng ini yang penutupnya berlubang sebagian.

Penutup Kepala Gowang

Tertutupnya sebagaian kepala melambangkan keseimbangan antara terbukanya pikiran prajurit dan upaya merahasikan atau menutup keburukan dirinya untuk kewibawaan.

Buncen Runcing

Bentuk yang menyerupai gunung melambangkan jiwa teguh dan kokoh. selain itu seorang prajurit harus pandai, cerdas dan berilmu tinggi.

Simpul Udeng

Simpul udeng melingkar dan berakhir pada ikatan di belakang. Memiliki makna, jika seseorang perajurit telah menyimpulkan suatu permasalahan, maka harus cepat diikat agar kebaikan dapat diraih.

Penutup Tengkuk

Melambangkan tertutupnya tengkuk. Dalam artian, prajurit harus dapat melihat kesalahan dirinya sendiri sebelum menyalahkan orang lain. Tengkuk merupakan simbol dari diri.

Bucen Tumpul

Melambangkan sifat seorang prajurit harus rendah hati dan andap asor untuk dapat menyatu dengan masyarakat.

Dua Cungkup

Bentuk segitiga lancip ke atas melambangkan sifat prajurit yang harus senantiasa ingat kepada Tuhan YME. Tegaknya cungkup juga mengartikan keberanian prajurit.

 

Menarik bukan Udeng khas Sidoarjo ini?

Ayo guk! kalo memang kalian asli Sidoarjo dan merasa menjadi prajurit Sidoarjo, maka wajib hukumnya memakai dan merepresentasikan setiap makna luhur dari Udeng Pacul Gowang ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *